Rabu, 19 Maret 2014

Teknologi Zaman Dulu Yang Mungkin di Lupakan


Dari tahun ke tahun, perkembangan teknologi serta inovasi terbaru terus bermunculan. Ada beberapa inovasi dan teknologi yang pernah digunakan beberapa tahun lalu dan diperkirakan generasi zaman sekarang tidak mengetahuinya.

Tentunya semua hal yang ada itu bukan terjadi karena kebetulan. Begitu pula dengan segala teknologi yang bermunculan dari waktu ke waktu.

Mulai dari yang bentuknya sangat tidak portable dan terlihat aneh sekaligus lucu apabila dibandingkan dengan penemuan zaman sekarang, semua teknologi zaman dahulu tersebut merupakan cikal bakal terciptanya barang-barang hi-tech sekarang ini.

Berikut beberapa penemuan atau inovasi zaman dahulu yang menjadi inspirasi munculnya perangkat canggih di era digital seperti sekarang.



1. Telegraf:
Sebelum perangkat telepon bahkan sebuah iPhone hadir di peradaban manusia, pada tahun 1837, seorang bernama Samuel Finley Breese Morse menciptakan satu penemuan untuk dapat mengirimkan pesan dari jarak jauh.

Alat yang menggunakan Sandi Morse sebagai pengganti kata-katanya itu akhirnya menjadi sarana komunikasi jarak jauh pada pertengahan tahun 1800an sampai dengan 1900an.

Dari tahun ke tahun, alat yang dinamakan telegraf ini dikembangkan lebih canggih lagi. Awalnya yang hanya mampu digunakan dengan jarak maksimal beberapa kilometer saja, akhirnya ada penemuan pengembangannya dengan menggunakan peralatan rilai dan stasiun 'transit' untuk jarak yang lebih jauh lagi.

Sayangnya, teknologi ini akhirnya tenggelam ketika masa-nya telah berakhir dan digantikan dengan perangkat elektronik yang lebih modern lagi



2. Televisi hitam putih:
Di tahun 1873, Willoughby Smith menemukan satu perangkat elektronik yang menjadi cikal bakalnya terciptanya TV atau televisi. Inovasi ciptaan Smith tersebut akhirnya dikembangkan lebih lanjut lagi oleh Paul Gottlieb Nipkow pada tahun 1884.

John Logie Baird akhirnya menyempurnakannya lagi menjadi sebuah perangkat elektronik pemindai gambar bergerak pada tahun 1926. Di saat itu, semua gambar yang ditampilkan masih dalam kondisi hitam putih atau tidak berwarna sama sekali.

Dari tahun ke tahun, penemuan Smith tersebut terus dikembangkan sampai dengan digabungkannya inovasi TV itu dengan penemuan lain seperti antena dan studio penyiaran serta chanel.

Pada tahun 1928, boleh dikatakan sebagai era-nya televisi. TV kembali booming ketika masa Perang Dunia. Banyak orang menyaksikan semua informasi dari televisi.

Walaupun masih menampilkan gambar hitam putih dan terkadang juga masih banyak 'semutnya,' namun TV kala itu menjadi salah satu teknologi yang menginspirasi TV digital atau Smart TV seperti sekarang ini



3. Betamax dan VHS:
Jauh sebelum HDD portable atau juga FDD menjamur sekarang ini untuk digunakan sebagai sarana menyimpan film-film melalui komputer, pada zaman dahulu ada sebuah penemuan yang dinamakan Betamax.

Betamax ini adalah sebuah kaset untuk memutar film atau video berbentuk kotak besar. Betamax pertama kali dikembangkan oleh Sony dan dirilis secara perdana pada tanggal 10 Mei 1975.

Di awal perilisannya, Betamax ini memiliki pesaing yaitu sebuah perangkat sejenis yang menawarkan kaset video berformat VHS atau Video Home System.

Sayangnya, dalam pasar dunia, Betamax harus mengakui keunggulan VHS dan akhirnya tenggelam dengan semakin majunya perkembangan zaman.



 4. Floppy disc:
Sebelum digunakannya FDD atau juga HDD portable, mulai dari pertengahan tahun 1970an, banyak orang yang menggunakan floppy disc atau yang dikenal dengan nama disket sebagai sarana penyimpanan data portable.

Di awal penciptaannya, sebuah disket berukuran cukup besar dan tipis. Ukurannya yaitu 8 inci yang kemudian dimampatkan lagi menjadi 5,25 inci dan akhirnya menjadi 3,5 inci.

Di Indonesia, disket generasi pertama dikenal dengan nama disket dos karena pada beberapa tahun lalu, program atau juga operating system komputer masih menggunakan Ms Dos tidak seperti sekarang ini yang sudah ada banyak sekali OS.



5. Kaset:
Seperti halnya disket Floppy atau kaset pemutar video Betamax atau VHS, pada beberapa tahun lalu sebelum era iPod dan perangkat pemutar lagu MP3 portable ada, banyak orang yang menggunakan kaset sebagai sarana memutar lagu.

Kaset pertama kali diperkenalkan ke publik Eropa pada tahun 1963 oleh seseorang bernama Phillips. Kaset mengalami masa kejayaannya pada tahun 1980an.

Bahkan seiring dengan boomingnya popularitas kaset, banyak perusahaan terkenal dunia, contohnya saja Sony membuat perangkat 'penyandingnya' seperti Sony Walkman atau juga alat rekam.

Namun, di kala teknologi sudah semakin canggih, keberadaan kaset semakin terpinggirkan. Bahkan jarang sekali ada orang yang menggunakan kaset untuk mendengarkan lagu atau sejenisnya.



6. Negatif film:
Negatif film adalah sebuah gulungan plastik yang digunakan untuk mengabadikan momen dengan menggunakan kamera analog. Dikarenakan sangat sensitif terhadap cahaya, maka perlakuan terhadap negatif film ini sangat khusus.

Gulungan lembar plastik film ini dilengkapi dengan emulsi yang mengandung garam halida peran yang dilebur dengan gelatin serta kristal khusus untuk menentukan sensitivitas, kontras dan resolusi.

Negatif film ini pertama kali dipasarkan oleh seorang bernama George Eastman pada tahun 1885, namun pada saat itu bahan dasarnya bukanlah dari plastik melainkan kertas.



Sepotong Sore dan Hujan

"Bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu?"
Hujan selalu menyimpan tanda tanya. Kadang, hujan bisa juga menjadi jawaban. Dia membisu, datang malu-malu, tanpa isyarat dan kata, tiba-tiba dia mengguyur saja sesukanya, seenak hatinya. Seringkali hujan disalahartikan sebagai pembawa duka, sebagai sebab seseorang mengingat kenangannya, sebagai terdakwa yang menyebabkan seseorang takut akan takdirnya. Hujan buatku adalah penenang dalam kerinduan, pembawa air mata, dan pengingat rasa kehilangan. Selalu saja, sesuatu yang harus seseorang lupakan adalah sesuatu yang justru jauh tersimpan begitu dalam, kenangan.

Seorang pria, sederhana saja. Senyumnya menyimpan banyak tanda tanya, tatapannya mengganggu laju kerja otak, dan gerak-geriknya memaksaku agar tidak melewati setiap inci perpindahannya.

Lalu, semua terjadi begitu saja. Saat sapa lembutnya menjaring nyata menyentuh gendang telinga, saat percakapan kecil yang tercipta berubah menjadi deretan narasi nyata, aku dan dia, mengalir, begitu saja, seperti curah lembut hujan yang jatuh ke permukaan. Sederhana sekali, cinta memang selalu menuntut kesederhanaan.

Dia mengajariku banyak hal. Cara menari dalam hujan, cara tertawa dalam kesedihan, cara menghargai perbedaan, dan cara bermimpi walau dalam kemustahilan.

Seringkali aku menatapnya dalam-dalam, menyelami sejuk matanya, tercebur dalam hatinya, lalu terpeleset dalam aliran darahnya. Aku sangat ingin menjadi bagian dalam setiap detak jantungnya, aku ingin ikut berhembus saat helaan nafasnya. Tapi, apa semua ingin dan harapku akan menyentuh kenyataan? Inilah yang disebut mimpi, selalu terlalu tinggi.

Tahu-tahu, sosoknya menjadi sangat penting dalam setiap bangun pagi hingga tidur malamku. Sedetik, semenit, sejam, seharian, hanya dia saja yang begitu rajin menghampiri otakku. Aku ragu kalau dia tak punya kerjaan lain selain mengganggu pikiran dan imajinasiku.

Ah, kala itu, cinta tak lagi menjelma menjadi sesuatu yang sederhana, berangsur-angsur tingkatannya berbeda, hingga ia menjelma menjadi dua kata, luar biasa. Perasaan itu tak lagi sekadar teman biasa, tapi dia berevolusi menjadi lebih dari teman biasa.

Aha! Hujan ternyata masih jadi peran antagonis, dia kembali mengingatkanku padamu! Kamu yang dua tahun ini meninggalkanku tanpa pamit, tanpa ucapan selamat tinggal, tanpa isyarat dan pengungkapan.
Ah... berdosakah aku kalau masih saja memikirkanku? Dua tahun lalu, hanya kau saja yang mengajariku menghargai rintik hujan, menghargai deras rindunya, menghargai butir-butir kenangan halusnya.

Hujan kali ini, di sepotong sore yang dingin, benar-benar mengingatkanku pada rasa kehilangan, tentu saja rasa yang begitu dalam. Hilang? Saat aku berniat untuk mencari, pasti aku akan menemukan. Tapi, bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu? Di mana aku bisa menemukan seseorang yang mau berjanji untuk tidak meninggalkanku?

Sayang. Ah! Sayang? Panggilan yang tak pernah terucap sekalipun dari bibirmu. Hujan kali ini memang deras sekali, aku tak membayangkan kamu yang terbaring lemah disana, apa kau kedinginan? Oh ya, sudah sebulan aku tidak mengunjungimu ya? Apa kamu merindukanku sedalam aku merindukanmu? Tidak usah dijawab! Aku tidak ingin mendengar jawaban dingin itu! Begini saja, besok aku akan mengunjungimu, membersihkan rumput-rumput liar yang mencoba menjamah nisanmu. Jangan menolak! Aku punya alasan sederhana untuk menjelaskan pemaksaanku. Aku hanya rindu. Itu saja. Sederhana. Rindu memang selalu sederhana kan?


Sumber :

Setelah Bertemu Kamu

Aku berada di antara ratusan rak buku yang seakan-akan memandangiku dan bertanya-tanya. Jantungku berdebar-debar menunggu kamu, mungkin pertanyaan itu yang disimpan para rak buku dan bangku serta meja yang menungguku memberi jawaban. Pesanmu yang kubaca kembali membuat senyumku mengembang, kamu sudah di lantai dua, dan janji kita untuk bertemu sebentar lagi akan tergenapi. Aku menatap wajahmu, kamu menatap wajahku.
Siang itu, udara Depok sangat terik. Sambil melihat isi lini waktu Twitter, aku berharap kebosanan saat menunggumu bisa segera mereda. Tiba-tiba, suara berat itu menyapaku, kamu menjabat tanganku, tersenyum malu-malu, dan memperbaiki kaca matamu. Aku terkejut, setelah berminggu-minggu kita menjalani hubungan yang entah-harus-disebut-apa, akhirnya kita bisa bertatap mata. Seperti yang kukatakan sejak awal, rasa terkejutku dibarengi dengan suasana kedap suara yang hanya bisa ditemukan dalam novel-novel cinta. Dan, kalau kamu mau tahu, kalau kamu mau memaklumi sikapku, aku merasakan apa yang terjadi dalam novel-novel itu; semua kedap suara. 

Hanya suaramu yang terdengar, hanya suaramu yang mengalun pelan, aku tak tahu ini apa, terlalu terburu-burukah jika kusebut cinta?
Perpustakaan Pusat UI kala itu seperti memahami kita, aku dan kamu duduk berdua, bersebelahan, berbagai cerita,  dan kita bertatapan mata. Aku mulai ragu, setiap memadang matamu dan menelusup ke balik kaca matamu. Ada perasaan rindu yang tersembunyi di sana, kecemasan yang tidak kupahami ketika kamu sebut nama kekasihmu.

Aku menghela napas, rasa sakit itu menyeruak dan menganga lebih besar lagi. Amarahku tiba-tiba membuncah, amarah yang kutahan, kupendam, selama berbulan-bulan. Kamu bercerita tentang kekasihmu dan kamu masih sempat memanggilku dengan panggilan 'sayang'. Aku menelan ludah, menghela napas pasrah, berharap ini semua hanya permainan yang akan segera berakhir, dan yang kumau aku bisa keluar menjadi pemenang. Tapi, setiap mengingat itu, aku takut justru akulah yang kalah, dan aku hanya bisa melihatmu dan kekasihmu bahagia, kemudian menerima kenyataan bahwa aku tak pernah ada di mata dan hatimu.

Aku hanya tersenyum saat mendengar ceritamu, senyum yang semakin lebar saat berkali-kali kau menyebut nama dia, namun jemarimu menggenggam tanganku, rasa sakit yang semakin dalam saat kulihat wajah wanita itu berada dalam wallpaper ponselmu setiap kali kamu menyentuh layar benda kecil itu. Setiap kali kaucerita tentang dia, aku berusaha tertawa geli, begitupun saat malam hari kamu kembali menarik wanita itu dalam setiap percakapan kita di telepon. Aku merasa posisiku sangat kecil. Aku merasa kamu semakin jauh. Aku merasa aku mulai mencintaimu, ketika kutahu aku mulai cemburu dan takut kehilangan kamu.

Aku tak tahu bagaimana perasaanmu padaku, apakah kamu menganggapku penting atau hanya menganggapku halte tempat kamu singgah sebentar kemudian pergi lagi bersama kekasihmu. Aku tak tahu apakah kata sayang yang kamu ucapkan, kamu bisikkan ketika kamu memegang tanganku adalah isyarat yang sungguh terjadi, ataukah semua yang kita jalani selama ini hanya bualan semu dan aku tertipu terlalu jauh?

Siang itu, saat kamu pamit meninggalkanku dan kembali ke kampusmu, aku hanya memberi sedikit senyuman dan menepuk bahumu. Aku berdoa dalam hati agar kita bisa bertemu lagi. Namun, ketika kutelusuri lagi matamu, kuselami lagi dunia dalam jelaga matamu, rasanya aku tak ingin semua ini berakhir. Rasanya aku tak ingin kamu pergi. Rasanya aku ingin memilikimu seutuhnya walaupun pada akhirnya kamu akan kembali pada kekasihmu.


Tipe-Tipe Jomblo Berdasarkan Teori Ekonomi

Jomblo Struktural

Jomblo struktural adalah jomblo karena kualitas kita (penawaran) dgn kemauan lawan jenis (permintaan) terhadap kita tidak seimbang. Jadi, Jomblo Struktural terjadi krn apa yang kita punya (fisik dan kepribadian) tidak sesuai dgn apa yg lawan jenis inginkan.
Hal ini bisa kita lihat kalau kita cowok yg jelek dan cuek. Sementara cewek yg kita incer mau co ganteng dan perhatian. Gak ktemu penawaran dgn permintaan. Jomblo deh.
Jomblo struktural juga bisa teradap dalam kasus cewek. Misalnya, ceweknya kulitnya item, sementara cowok-cowok yang dia taksir maunya yang putih dan behelan. Terjadi kembali mismatch antara penawaran dengan permintaan. Jomblo deh.
Jomblo struktural bisa dihindari dengan cara seperti ini: 1) meningkatkan kualitas kita, supaya bisa memenuhi permintaan lawan jenis, atau 2) mencari pasar lain. Berarti kita harus mencari cewek atau cowok yang mau dengan kualitas-kualitas (penawaran) kita. Dalam kata lain: menurunkan standar.

Jomblo Cyclical

Jomblo cyclical terjadi karena keinginan orang untuk pacaran menurun di masa-masa tertentu, jadinya banyak yang jomblo. Misalnya: menjelang UAN. Banyak orang jomblo berkepanjangan sewaktu menjelang UAN atau SPMB, karena fokus cewek dan cowok masih belajar. Tidak banyak bahkan yang sudah pacaran pun memutuskan pacarnya karena mereka ingin fokus belajar. Ini bisa menyebabkan kejombloan.
Tapi jangan khawatir, sesuai dgn namanya, cyclical, berarti ada siklusnya. Jadi, akan ada masanya orang-orang jadi banyak yg punya pacar lagi. Misalnya, masa liburan. Di masa ini, org pegen punya pacar, biar bisa liburan bareng. Atau banyak orang yang cinlok di tempat berlibur. Cara terbebas dari Jomblo Cyclical adalah dengan menunggu masa-masa orang ogah pacaran lewat. Setahu saya, tidak ada jalan lain selain ini.

Jomblo Friksional

Jomblo Friksional adalah kejombloan yang disebabkan oleh mereka yang baru putus dan ingin waktu sendiri dulu sebelum pacaran lagi. Jadi, Jomblo Friksional sifatnya sukarela mereka memilih ngejomblo dulu, setelah putus dan sebelom pacaran lagi.
Jomblo friksional biasanya terjadi pada cewek yang “gak mau pacaran dulu” karena abis disakitin sama pacarnya dulu, dan blm mau pacaran lagi. Caranya terbebas dari Jomblo Friksional? Move on, boys and girls. Find a better person.
Jadi, jomblo tipe apakah kamu?


Sumber :