Rabu, 19 Maret 2014

Setelah Bertemu Kamu

Aku berada di antara ratusan rak buku yang seakan-akan memandangiku dan bertanya-tanya. Jantungku berdebar-debar menunggu kamu, mungkin pertanyaan itu yang disimpan para rak buku dan bangku serta meja yang menungguku memberi jawaban. Pesanmu yang kubaca kembali membuat senyumku mengembang, kamu sudah di lantai dua, dan janji kita untuk bertemu sebentar lagi akan tergenapi. Aku menatap wajahmu, kamu menatap wajahku.
Siang itu, udara Depok sangat terik. Sambil melihat isi lini waktu Twitter, aku berharap kebosanan saat menunggumu bisa segera mereda. Tiba-tiba, suara berat itu menyapaku, kamu menjabat tanganku, tersenyum malu-malu, dan memperbaiki kaca matamu. Aku terkejut, setelah berminggu-minggu kita menjalani hubungan yang entah-harus-disebut-apa, akhirnya kita bisa bertatap mata. Seperti yang kukatakan sejak awal, rasa terkejutku dibarengi dengan suasana kedap suara yang hanya bisa ditemukan dalam novel-novel cinta. Dan, kalau kamu mau tahu, kalau kamu mau memaklumi sikapku, aku merasakan apa yang terjadi dalam novel-novel itu; semua kedap suara. 

Hanya suaramu yang terdengar, hanya suaramu yang mengalun pelan, aku tak tahu ini apa, terlalu terburu-burukah jika kusebut cinta?
Perpustakaan Pusat UI kala itu seperti memahami kita, aku dan kamu duduk berdua, bersebelahan, berbagai cerita,  dan kita bertatapan mata. Aku mulai ragu, setiap memadang matamu dan menelusup ke balik kaca matamu. Ada perasaan rindu yang tersembunyi di sana, kecemasan yang tidak kupahami ketika kamu sebut nama kekasihmu.

Aku menghela napas, rasa sakit itu menyeruak dan menganga lebih besar lagi. Amarahku tiba-tiba membuncah, amarah yang kutahan, kupendam, selama berbulan-bulan. Kamu bercerita tentang kekasihmu dan kamu masih sempat memanggilku dengan panggilan 'sayang'. Aku menelan ludah, menghela napas pasrah, berharap ini semua hanya permainan yang akan segera berakhir, dan yang kumau aku bisa keluar menjadi pemenang. Tapi, setiap mengingat itu, aku takut justru akulah yang kalah, dan aku hanya bisa melihatmu dan kekasihmu bahagia, kemudian menerima kenyataan bahwa aku tak pernah ada di mata dan hatimu.

Aku hanya tersenyum saat mendengar ceritamu, senyum yang semakin lebar saat berkali-kali kau menyebut nama dia, namun jemarimu menggenggam tanganku, rasa sakit yang semakin dalam saat kulihat wajah wanita itu berada dalam wallpaper ponselmu setiap kali kamu menyentuh layar benda kecil itu. Setiap kali kaucerita tentang dia, aku berusaha tertawa geli, begitupun saat malam hari kamu kembali menarik wanita itu dalam setiap percakapan kita di telepon. Aku merasa posisiku sangat kecil. Aku merasa kamu semakin jauh. Aku merasa aku mulai mencintaimu, ketika kutahu aku mulai cemburu dan takut kehilangan kamu.

Aku tak tahu bagaimana perasaanmu padaku, apakah kamu menganggapku penting atau hanya menganggapku halte tempat kamu singgah sebentar kemudian pergi lagi bersama kekasihmu. Aku tak tahu apakah kata sayang yang kamu ucapkan, kamu bisikkan ketika kamu memegang tanganku adalah isyarat yang sungguh terjadi, ataukah semua yang kita jalani selama ini hanya bualan semu dan aku tertipu terlalu jauh?

Siang itu, saat kamu pamit meninggalkanku dan kembali ke kampusmu, aku hanya memberi sedikit senyuman dan menepuk bahumu. Aku berdoa dalam hati agar kita bisa bertemu lagi. Namun, ketika kutelusuri lagi matamu, kuselami lagi dunia dalam jelaga matamu, rasanya aku tak ingin semua ini berakhir. Rasanya aku tak ingin kamu pergi. Rasanya aku ingin memilikimu seutuhnya walaupun pada akhirnya kamu akan kembali pada kekasihmu.


Tipe-Tipe Jomblo Berdasarkan Teori Ekonomi

Jomblo Struktural

Jomblo struktural adalah jomblo karena kualitas kita (penawaran) dgn kemauan lawan jenis (permintaan) terhadap kita tidak seimbang. Jadi, Jomblo Struktural terjadi krn apa yang kita punya (fisik dan kepribadian) tidak sesuai dgn apa yg lawan jenis inginkan.
Hal ini bisa kita lihat kalau kita cowok yg jelek dan cuek. Sementara cewek yg kita incer mau co ganteng dan perhatian. Gak ktemu penawaran dgn permintaan. Jomblo deh.
Jomblo struktural juga bisa teradap dalam kasus cewek. Misalnya, ceweknya kulitnya item, sementara cowok-cowok yang dia taksir maunya yang putih dan behelan. Terjadi kembali mismatch antara penawaran dengan permintaan. Jomblo deh.
Jomblo struktural bisa dihindari dengan cara seperti ini: 1) meningkatkan kualitas kita, supaya bisa memenuhi permintaan lawan jenis, atau 2) mencari pasar lain. Berarti kita harus mencari cewek atau cowok yang mau dengan kualitas-kualitas (penawaran) kita. Dalam kata lain: menurunkan standar.

Jomblo Cyclical

Jomblo cyclical terjadi karena keinginan orang untuk pacaran menurun di masa-masa tertentu, jadinya banyak yang jomblo. Misalnya: menjelang UAN. Banyak orang jomblo berkepanjangan sewaktu menjelang UAN atau SPMB, karena fokus cewek dan cowok masih belajar. Tidak banyak bahkan yang sudah pacaran pun memutuskan pacarnya karena mereka ingin fokus belajar. Ini bisa menyebabkan kejombloan.
Tapi jangan khawatir, sesuai dgn namanya, cyclical, berarti ada siklusnya. Jadi, akan ada masanya orang-orang jadi banyak yg punya pacar lagi. Misalnya, masa liburan. Di masa ini, org pegen punya pacar, biar bisa liburan bareng. Atau banyak orang yang cinlok di tempat berlibur. Cara terbebas dari Jomblo Cyclical adalah dengan menunggu masa-masa orang ogah pacaran lewat. Setahu saya, tidak ada jalan lain selain ini.

Jomblo Friksional

Jomblo Friksional adalah kejombloan yang disebabkan oleh mereka yang baru putus dan ingin waktu sendiri dulu sebelum pacaran lagi. Jadi, Jomblo Friksional sifatnya sukarela mereka memilih ngejomblo dulu, setelah putus dan sebelom pacaran lagi.
Jomblo friksional biasanya terjadi pada cewek yang “gak mau pacaran dulu” karena abis disakitin sama pacarnya dulu, dan blm mau pacaran lagi. Caranya terbebas dari Jomblo Friksional? Move on, boys and girls. Find a better person.
Jadi, jomblo tipe apakah kamu?


Sumber :

Kamis, 13 Maret 2014

5 Hal Yang Dulu Biasa Aja Sekarang Ngetrend

Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, yang namanya trend itu memang selalu berubah-ubah. Terkadang sebuah hal bisa muncul tiba-tiba dan langsung menjadi trend. Tapi, ada beberapa hal yang sebenernya udah ada dari lama banget, trus baru tiba-tiba jadi trend belakangan ini. Seperti misalnya:
 

1. Kacamata Frame Tebal

 

Kacamata frame tebal ini udah ada dari jaman dulu banget, mungkin sekitar tahun 70an lah ya. Kayaknya sih emang pada tahun segituan kacamata gak ada yang model lain sih, emang framenya tebel-tebel semua. Dulu kesan yang ditimbulkan dari kacamata frame tebal adalah geek. Nah, tapi sejak tahun 2000an awal, tiba-tiba kacamata frame tebal ini berubah status menjadi sebuah lambang kegaulan sejati. Orang-orang yang sebenernya gak pake kacamata aja jadi beli kacamata frame tebal (tanpa minus tentunya) cuma untuk gaya-gayaan. Padahal kalo dilihat dari sudut pandang orang yang emang harus berkacamata, pake kacamata itu gak enak lho. Mau olahraga jadi susah. Mau berenang susah. Mau pake kacamata item…harus bikin yang ada minus-nya. Ribet dah.     

2. Sushi

 



Mungkin kamu berpikir, “Ya iyalah sushi udah ada dari jaman dulu. Di Jepang udah dari tahun berapa ini makanan”. Ya iya sih. Tapi di Indonesia sendiri, Sushi itu juga udah ada sejak lama. Ada beberapa restoran sushi yang cukup punya nama di masanya, seperti misalnya Sushi Tengoku di Radio Dalam. Tapi ya dulu sushi itu kayak makanan orang kaya gitu deh. Gak semua orang bisa makan sushi. Tapi sejak Sushi Tei muncul, tiba-tiba Sushi jadi booming luar biasa. Restoran sushi muncul dimana-mana dan semua orang jadi suka makan sushi. Coba aja kamu tanya anak ABG makanan favoritnya apa. Paling dijawab sushi. Kalo kamu tiba-tiba ngidam sushi di saat weekend dan udah mau jam makan malam…lebih baik kamu lupakan saja. Ngantrinya bisa 1 jam sendiri.

3. Frozen Yoghurt


Kamu mungkin berpikir bahwa Sour Sally adalah pelopor Frozen Yoghurt di Indonesia. Tapi sebenernya, jauh-jauh-jauh sebelum Sour Sally, udah ada yang namanya Yogen Früz. Di Pondok Indah Mall, tempatnya gak pernah berubah. Dari dulu sampe sekarang dia ada di samping bioskop 21. Emang sih, fro-yo macem Sour Sally/Red Mango/dkk itu memberikan inovasi berupa topping-topping itu. Tapi kalo cuma frozen yoghurtnya sendiri, Yogen Früz udah ada dari lama. Dan dulu kayaknya yang suka cuma dikit deh. Kayaknya cuma orang-orang yang cinta kesehatan gitu.

4. Kamera SLR


Kamera SLR pertama udah ada dari tahun 1930an. Kamera DSLR pertama ada dari tahun 1993. Nah, dulunya yang namanya kamera SLR maupun DSLR ini adalah mainan para fotografer profesional. Kenapa harus profesional? Ya soalnya harganya mahal. Tapi, seiring berjalannya waktu kamera DSLR makin murah dan makin banyak anak muda yang beli kamera DSLR dan tentunya menganggap diri mereka fotografer. Nah terus bagaimana dengan kamera SLR sendiri? Kamera SLR juga jadi masih populer kok. Ada yang emang beneran lebih suka hasil seluloid ketimbang digital. Tapi ada juga yang suka kamera SLR, karena gak pasaran aja sekarang. Misalnya para hipster.

5. Sepeda


Sepeda udah ada dari tahun 1800an dan sebenernya sih dari jaman dulu udah populer-populer aja. Dalam artian, dari dulu sampe sekarang orang tetep banyak yang pake sepeda. Cuma mungkin baru sekitar tahun 2000an kali ya tiba-tiba sepeda itu berubah status jadi ‘keren’. Kamu keren kalo bisa naik sepeda ke sekolah. Kamu keren kalo naik sepeda ke kantor. Padahal kalo di kampung-kampung mah, anak-anak juga ke sekolah naik sepeda. Malah ada yang harus menempuh jarak puluhan kilo menembus gunung. Sepeda makin jadi ngetrend sejak jamannya sepeda fixed gear. Tapi belakangan ini kayaknya sih udah makin jelas yah mana yang beneran suka naik sepeda dan mana yang cuma gaya-gayaan. Yang cuma gaya-gayaan paling sekarang sepedanya udah dijual atau udah masuk gudang, barengan sama Super Nintendo.
Sekarang MBDC yakin banyak di antara kamu yang mikir, “Gue udah pake kacamata frame tebel / naek sepeda / makan sushi / makan frozen yoghurt / pake SLR dari jaman dulu! Gue gak ikut-ikutan! Kemana aja tuh orang-orang dari dulu! Cih!” Iye iye. Dasar hipster.

 

 

Kunci Sukses Menjalani LDR



Trend berhubungan jarak jauh atau LDR semakin merajalela. Tanpa pengetahuan yang cukup untuk mempertahankan LDR, banyak yang merasa hubungan ini tidak bisa dipertahankan untuk jangka waktu yang lama. Belajar dan mengetahui bagaimana seharusnya menjaga hubungan jarak jauh yang dapat membuat hubungan menjadi lebih langgeng. Jika ingin sukses menjalani LDR, maka harus tahu cara menjalin hubungan yang normal. Dalam pelatihan Hitman System selalu diberikan materi bagaimana seharusnya menjalin hubungan yang berkualitas.
Jarak yang jauh sering kali menjadi penyebab hancurnya hubungan Anda dan pasangan. Cemburu dan salah paham sering kali menyebabkan pikiran negatif terhadap pasangan sehingga membuat seseorang merasa tidak lagi cocok.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat menjalin hubungan jarak jauh. Berikut ini adalah 3 kunci sukses menjalani LDR:

Komitmen Menjalani LDR

Diperlukan dua kali lipat kesabaran untuk menjaga LDR. Salah satu antara Anda dan pasangan, mungkin sedang berkuliah atau bekerja di luar kota dan tidak tahu kapan akan bertemu. Namun dalam beberapa kondisi Anda dan pasangan tidak bisa menyamakan jadwal untuk bertemu, apalagi jika salah satunya di luar negeri. Dalam kondisi seperti ini ekstra komitmen sangat penting saat melalui masa-masa sulit ini karena terpisah dalam waktu yang lama.
Lebih baik Anda dan pasangan mengatur jadwal bertemu dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Contohnya jika Anda berbeda Negara, buat jadwal setidaknya empat kali Anda bertemu dalam satu tahun dengannya. Dengan begitu hubungan kalian akan tetap hangat.

Komunikasi Dengan Pasangan

Komunikasi adalah komponen yang penting dalam sebuah hubungan. Komunikasi juga menjadi kunci ketika menjalankan LDR. Jangan remehkan hal ini, dengan tidak memberi kabar saat Anda ingin melakukan sesuatu, maka akan timbul permasalahan. Jadi lebih baik Anda selalu berkomunikasi dan menceritakan semua yang Anda alami.
Kesibukan dan perbedaan waktu akan menjadi penghalang kalian, luangkanlah satu hari untuk menelpon dan berbagi cerita. Jangan lupa untuk selalu menigirim pesan singkat pemberi semangat saat si dia sedang sibuk. Itu akan membuat dia mengingat Anda!
Manfaatkan alat komunikasi sebaik-baiknya. Telepon merupakan jalan keluar dari permasalahan hubungan jarak jauh. Anda pun tetap bisa berkomunikasi dengannya setiap hari. Namun, bukan berati tidak ada masalah lain yang akan timbul. Biaya telepon yang mahal bisa menjadi halangan terutama bila Anda dan pasangan berbeda negara. Oleh sebab itu Anda harus memanfaatkan teknologi lain seperti:
  • Skype
  • Yahoo Messenger
  • Line
  • What’s App
  • Kakao talk

Kepercayaan Pada Pasangan

Dengan jumlah pria/wanita single di kota Anda, akan sangat menggoda untuk menerima tawaran-tawaran kencan seseorang saat pasangan di luar kota. Anda mungkin beralasan bahwa hal ini hanya untuk menyegarkan pikiran dari aktivitas yang melelahkan.
Tapi, sebelum menerima ajakannya, pikirkan jika si dia melakukan hal yang sama di luar kota sana. Apakah Anda juga bisa menerimanya? Jika tidak, maka jangan melakukannya. Meskipun Anda tidak ada maksud untuk menduakan pasangan atau meskipun si dia mengizinkan. Tetap saja tidak ada toleransi dalam hubungan jarak jauh.
Hal ini bisa memicu rasa tidak aman dan hilangnya kepercayaan. Kepercayaan pada pasangan adalah kunci untuk menjaga kesuksesan berhubungan jarak jauh.
Pernah punya pengalaman seperti ini? Yuk berbagi dengan yang lain di kolom komentar.


Sumber :

PDKT Di Era Media Sosial

 Masa PDKT atau masa pendekatan memang masa-masa yang paling menyenangkan buat orang yang akan pacaran. Di saat PDKT ini lah semua hal yang seru-seru terjadi: pertama kali nelepon, susah tidur kepikiran, sampai pada deg-degan sewaktu first date dengan sang gebetan. Kalau semuanya sesuai dengan rencana, maka kita akan lanjut kepada kangen-kangenan, chatting tidak terputus, dan lain-lain. Di masa PDKT juga ada banyak kebiasaan aneh orang yang sedang heboh-hebohnya naksir, contohnya adalah cara mengakhiri telepon yang agak aneh seperti ini:
Aku tidur duluan ya.
Ya udah, selamet tidur ya.
Oke, kamu tutup dulu deh teleponnya.
Kamu duluan.
Ih kamu aja.
Kamu deh. Ihihihihihi.
Dan gitu terus sampai kiamat.
Padahal dulu, sekitar sepuluh tahun yang lalu, kita biasa melakukan pendekatan kepada gebetan dengan SMS selamat tidur, atau pas zaman yang lebih dulu banget, ngirimin pesan kepada pager-nya. Sekarang, semua hal itu digantikan dengan update status yang agak-agak nyerempet di twitter, misalnya: Kok jadi kepikiran dia ya atau Lama-lama naksir deh atau, ini contoh nyata dari status temen saya: The more I turn away, the more I find myself walking one step closer to you. Yes, you.
Minggu lalu teman saya bercerita soal PDKT yang dia lakukan di zaman twitter ini, sewaktu kita duduk nongkrong berdua di Kemang. Dia lalu bertanya kepada saya,
Gue lagi PDKT sama orang, tapi kok dia gak ngerespon lagi ya?
Emang lo udah ngapain aja?
Fotonya udah gue tag sih di Facebook, terus kemaren gue ngirim wall. Sama, sekarang gue lagi sering nge-RT tweet-tweet-nya dia.
Hal ini berbeda banget dengan yang saya lakukan sewaktu masih SMP dulu, sewaktu media sosial belum ada sama sekali. Ketika itu, yang namanya PDKT adalah masukin surat ke dalam tasnya, atau pura-pura minjem catetan (kalau dia temen sekelas), atau yang paling ekstrim adalah nitip salam ke temennya. Sekarang, nitip salam bisa dilakukan dengan nyalamin sendiri dengan menggunakan berbagai macam media sosial.
Di sisi yang lain, PDKT di media sosial tidak selamanya selalu baik. Temen saya yang lain, seorang cowok, ketika sedang PDKT jadi gampang bosan dengan gebetannya, karena dia terlalu sering terhubungkan dengan gebetannya. Katanya, Dikit-dikit ngeliat status dia lagi, dikit-dikit kebaca wall dia lagi, gue jadi gampang bosen. Dia juga jadi gampang gonta-ganti gebetan karena, dengan menggunakan media sosial, jadi gampang sekali untuk bertemu dengan gebetan baru. Hal ini berimbas kepada susahnya dia untuk menjaga perhatian ke satu orang cewek, menebar harapan ke banyak cewek.
Pada akhirnya, PDKT di era media sama peraturannya dengan zaman dulu: jangan banyak ngarep.

Sumber :