Kamis, 13 Maret 2014

Tugas Etika & Profesionalisme TSI

CYBER CRIME (Kejahatan Dunia Maya)



Apa itu Cyber Crime?
Cybercrime adalah tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi computer khusunya internet. Cybercrime didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi komputer yang berbasis pada kecanggihan perkembangan teknologi internet.
Dapat disimpulkan bahwa unsur penting dari kejahatan adalah :
1.     Perbuatan yang anti sosial
2.     Merugikan dan menimbulkan ketidaktenangan masyarakat
3.     Bertentangan dengan moral masyarakat.

Sejarah Perkembangan Cyber Crime

A. Sejarah dan Perkembangan Cyber Crime di Dunia
Awal mula penyerangan didunia Cyber pada tahun 1988 yang lebih dikenal dengan istilah Cyber Attack Pada saat itu ada seorang mahasiswa yang berhasil menciptakan sebuah worm atau virus yang menyerang program computer dan mematikan sekitar 10% dari seluruh jumlah komputer di dunia yang terhubung ke internet.

B. Sejarah dan Perkembangan Cyber Crime di Indonesia  
Di Indonesia sendiri juga sebenarnya prestasi dalam bidang cyber crime ini patut diacungi dua jempol. Walau di dunia nyata kita dianggap sebagai salah satu negara terbelakang, namun prestasi yang sangat gemilang telah berhasil ditorehkan oleh para hacker, cracker dan carder lokal. Virus komputer yang dulunya banyak diproduksi di US dan Eropa sepertinya juga mengalami “outsourcing” dan globalisasi. Di tahun 1986 – 2003, epicenter virus computer dideteksi kebanyakan berasal dari Eropa dan Amerika dan beberapa negara lainnya seperti Jepang, Australia, dan India. Namun hasil penelitian mengatakan di beberapa tahun mendatang Mexico, India dan Africa yang akan menjadi epicenter virus terbesar di dunia, dan juga bayangkan, Indonesia juga termasuk dalam 10 besar. Seterusnya 5 tahun belakangan ini China , Eropa, dan Brazil yang meneruskan perkembangan virus-virus yang saat ini mengancam komputer kita semua dan gak akan lama lagi Indonesia akan terkenal namun dengan nama yang kurang bagus alasannya, mungkin pemerintah kurang ketat dalam pengontrolan dalam dunia cyber, terus terang para hacker di Amerika gak akan berani untuk bergerak karena pengaturan yang ketat dan system kontrol yang lebih high-tech lagi yang dipunyai pemerintah Amerika Serikat.    

 Karakterisitik Cyber Crime
Cybercrime memiliki karakteristik unik yaitu : 
1. Ruang lingkup kejahatan. 
2. Sifat kejahatan. 
3. Pelaku kejahatan. 
4. Modus kejahatan. 
5. Jenis kerugian yang ditimbulkan. 
Dari beberapa karakteristik diatas, untuk mempermudah penanganannya maka cybercrime diklasifikasikan :
  • Cyberpiracy :
Penggunaan teknologi computer untuk mencetak ulang software atau informasi, lalu mendistribusikan informasi atau software tersebut lewat teknologi komputer.
  • Cybertrespass :
Penggunaan teknologi computer untuk meningkatkan akses pada system computer suatu organisasi atau indifidu.
  • Cybervandalism :
Penggunaan teknologi computer untuk membuat program yang menganggu proses transmisi elektronik, dan menghancurkan data dikomputer. 

Jenis-Jenis Cyber Crime
A. Jenis-jenis cybercrime berdasarkan jenis aktivitasnya
  1. Unauthorized Access to Computer System and Service : Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukan hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi internet/intranet.
  2. Illegal Contents : Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya adalah pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah, dan sebagainya.
  3. Data Forgery : Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.
  4. Cyber Espionage : Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang computerized.
  5. Cyber Sabotage and Extortion : Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku. Dalam beberapa kasus setelah hal tersebut terjadi, maka pelaku kejahatan tersebut menawarkan diri kepada korban untuk memperbaiki data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang telah disabotase tersebut, tentunya dengan bayaran tertentu. Kejahatan ini sering disebut sebagai cyber-terrorism.
  6. Offense against Intellectual Property : Kejahatan ini ditujukan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual yang dimiliki pihak lain di internet. Sebagai contoh adalah peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.
  7. Infringements of Privacy : Kejahatan ini ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal yang sangat pribadi dan rahasia. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.
  8. Cracking Kejahatan dengan menggunakan teknologi computer yang dilakukan untuk merusak system keamaanan suatu system computer dan biasanya melakukan pencurian, tindakan anarkis begitu merekan mendapatkan akses. Biasanya kita sering salah menafsirkan antara seorang hacker dan cracker dimana hacker sendiri identetik dengan perbuatan negative, padahal hacker adalah orang yang senang memprogram dan percaya bahwa informasi adalah sesuatu hal yang sangat berharga dan ada yang bersifat dapat dipublikasikan dan rahasia.
  9. Carding Adalah kejahatan dengan menggunakan teknologi computer untuk melakukan transaksi dengan menggunakan card credit orang lain sehingga dapat merugikan orang tersebut baik materil maupun non materil.
B. Jenis-jenis cybercrime berdasarkan motif
Berdasarkan motif cybercrime terbergi menjadi 2 yaitu :
  1. Cybercrime sebagai tindak kejahatan murni : dimana orang yang melakukan kejahatan yang dilakukan secara di sengaja, dimana orang tersebut secara sengaja dan terencana untuk melakukan pengrusakkan, pencurian, tindakan anarkis, terhadap suatu system informasi atau system computer.
  2. Cybercrime sebagai tindakan kejahatan abu-abu : dimana kejahatan ini tidak jelas antara kejahatan criminal atau bukan karena dia melakukan pembobolan tetapi tidak merusak, mencuri atau melakukan perbuatan anarkis terhadap system informasi atau system computer tersebut.
Contoh Kasus Cyber Crime

Berikut Ini penulis akan memberikan  contoh-contoh kasus Cyber Crime yang pernah terjadi :
Kasus 1 :
Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana komputer.
Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet.
Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.
Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus perbuatan yang dilakukannya.
Kasus 2 :
Contoh Kasus website milik KPU www.tnp.kpu.go.id berhasil dibobol oleh Dani Firmansyah, seorang konsultan Teknologi Informasi di PT Danareksa jakarta. pada hari sabtu 17 april 2004. Dia mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama unik. Partai Kolor Ijo, Partai mbah Jambon, Partai Jambu, dll. Dia kemudian dihukum 6 bulan 21 hari yang didasarkan pada UU RI No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi Pasal 22 c, pasal 38, pasal 50 dan subsider pasal 406 KUHP (menghancurkan dan merusakan barang). Ini setara dengan pasal pengrusakan dan penghancuran barang.
Kasus 3 : 
Carding, salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun 2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini, digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, rata-rata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Modus kejahatan ini adalah pencurian, karena pelaku memakai kartu kredit orang lain untuk mencari barang yang mereka inginkan di situs lelang barang. Karena kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan dibidik dengan pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 363 tentang Pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.
  Kasus 4 :
Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut cracker. Boleh dibilang cracker ini sebenarnya adalah hacker yang yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkup yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan.
Pada kasus Hacking ini biasanya modus seorang hacker adalah untuk menipu atau mengacak-acak data sehingga pemilik tersebut tidak dapat mengakses web miliknya. Untuk kasus ini Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya. 

Penanggulangan Cyber Crime
A. Strategi Jangka Pendek
  1. Penegakan hukum pidana: salah satu manivestasi untuk mebuat hukum tidak hanya sebagai barang hukum tidak hanya senagai barang rongsokan yang tidak berguna.
  2. Mengoptimalkan UU khusus lainnya. Sector cyber space banyak bersentuhan dengan sektor-sektor laun yang telah memiliki aturan khusus dalam pelaksanaannya. Ada beberapa aturan yang bersentuhan dengan dunia cyber yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku cybercrime, sehingga sepak terjangnya semakin sempit.
  3. Rekruitment aparat penegak hukum. DIutamakan dari masyarakat yang menguasai dunia komputer dan internet di samping kemampuan lain yang dipersyaratkan.
B. Strategi Jangka Menengah
  1. Cyber police : orang-orang khusus yang dilatih dan dididik untuk melakukan penyidikan cybercrime. Pola pembentukannya merupakan bagian dari upaya reformasi kepolisian.
  2. Kerjasama internasional. Hal ini dikarenakan kejahatan modern sudah melintasi batas-batas nnegara yang dilakukan berkat dukungan teknologi, sistgem komunikasi, dan trasnportasi. Hal ini dapat menunjukkan adanya sistem kepolisian yang terbuka, dan mendapatkan keuntungan dalam kerjasama mengatasi penjahat-penjahat internasional yang masuk melintasi wilayah hukum Indonesia.
C. Strategi Jangka Panjang
  1. Membuat UU cybercrime. Tujuannya adalah untuk pemberatan atas tindakan pelaku agar dapat menimbulkan efek jera dan mengatur sifat khusus dari sistem pembuktian.
  2. Membuat perjanjian bilateral. Media internet adalah media global, yang tidak memiliki batasan waktu dan tempat. Cybercrime dapat melibatkan beberapa negara, sehingga perlu hubungan di jalur bilateral untuk menaggulanginya.

Kamis, 16 Januari 2014

Pengembangan Antivirus Songket Untuk VirusH1N1 Dengan Metode Behavior Blocking Detection



Abstract—Seiring dengan pesatnya perkembangan penggunaan komputer sebagai alat bantu manusia di berbagai bidang kehidupan, virus di sisi lain merupakan ancaman bagi keamanan sistem komputer yang sudah tidak asing lagi. Untuk mengatasi masalah virus dibuatlah suatu aplikasi yang disebut antivirus. Sesuai dengan namanya, program antivirus mampu mendeteksi dan mencegah akses ke dokumen yang terinfeksi dan juga mampu menghilangkan infeksi yang terjadi, karena virus bukanlah sesuatu yang terjadi karena kecelakaan ataupun kelemahan perangkat komputer, melainkan merupakan hasil rancangan intelegensia manusia setelah melalui berbagai percobaan terlebih
dahulu layaknya eksperimen – eksperimen ilmiah di dalam bidang lainnya. Aplikasi Antivirus Songket ini menggunakan metode Behavior Blocking Detection, yang menggunakan kebijakan yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus. Aplikasi ini dianalisa menggunakan state data diagram, dirancang menggunakan Model Sekuensial Linear dan diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Aplikasi Antivirus Songket ini diharapkan mampu memperkenalkan kebudayaan Palembang serta memberikan pengamanan pada sistem komputer.

Index Terms—Antivirus Songket, Behavior Blocking Detection,
infeksi.

I. PENDAHULUAN
Seiring dengan pesatnya perkembangan penggunaan komputer sebagai alat bantu manusia diberbagai bidang kehidupan, virus di sisi lain merupakan ancaman bagi keamanan sistem komputer yang sudah tidak asing lagi. Virus
komputer sebagai salah satu jenis infeksi elektronik, dapat menyebabkan kerusakan pada sistem komputer yang diserangnya. Selain menginfeksi, virus juga mampu baik secara langsung maupun tidak langsung mengkopi maupun
menyebarkan program file yang bisa dieksekusi maupun program yang ada di sektor dalam sebuah media penyimpanan (Hardisk, Flasdisk, CD–R). Intinya adalah kemampuan untuk menempel dan menulari pada suatu program.
Dan untuk mengatasi masalah virus dibuatlah suatu aplikasi yang disebut antivirus. Sesuai dengan namanya, program antivirus mampu mendeteksi dan mencegah akses ke dokumen yang terinfeksi dan juga mampu menghilangkan infeksi yang terjadi. Dan perlu diketahui Virus bukanlah sesuatu yang terjadi karena kecelakaan ataupun kelemahan perangkat komputer. Karena pada hakikatnya, semua virus merupakan  hasil rancangan intelegensi manusia setelah melalui berbagai percobaan terlebih dahulu layaknya eksperimen – eksperimen ilmiah di dalam bidang lainnya.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Virus dan Antivirus Komputer
Istilah computer virus pertama kali digunakan oleh Fred Cohen dalam papernya yang berjudul ’computer viruses – Theory and Experiments’ pada tahun 1983. Berikut kutipan definisi yang diberikan oleh Fred Cohen dalam paper tersebut : ”we define a computer ’virus’ as a program that can ’infect’ other programs by modifying them to include a possibly evolved copy itself. With the infection property, a virus can spread throughout a computer system or network using the authorizations of every user using it to infect their programs. Every program that gets infected may also act as a virus and this infection grows.” Maka, menurut definisi yang diberikan di atas kita dapat menggarisbawahi beberapa sifat dasar virus komputer yaitu:  mempunyai kemampuan untuk menjangkiti (menginfeksi) program lain dan menyebar. Sedangkan menurut Andi Kristanto (2008: 5), virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Pada dasarnya
penggunaan istilah virus dikarenakan adanya kesamaan dalam hal sifat antara virus komputer dengan virus yang kita kenaldalam dunia fisik. Di mana keduanya memiliki dua tujuan
yaitu untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Pada dasarnya virus komputer dapat diklasifikasi menjadi dua tipe. Tipe virus komputer yang pertama dibuat untuk tujuan penelitian dan studi, dan tidak dipublikasikan. Sedangkan tipe kedua yang merupakan kebalikan dari tipe pertama, merupakan virus komputer yang membahayakan sistem komputer pada umumnya. Antivirus software adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk memeriksa file-file dengan tujuan mengidentifikasi dan menghapus virus komputer dan malware lainnya.
Pada saat ini ada tiga jenis teknologi antivirus (komputer) yang lazimnya digunakan, yaitu: scanners, monitors, dan integrity checkers.

B. Pemodelan Analisis
Tahap awal pembangunan perangkat lunak dengan menggunakan metode waterfall adalah melakukan pengumpulan data. Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah dan kebutuhan-kebutuhan pembangunan perangkat lunak. Kebutuhan-kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan
input/output, operasi dan sumber daya (resources). Sasaran pada tahap ini adalah mendefinisikan apa yang seharusnya dibutuhkan oleh sistem. Pendefinisian masalah dan kebutuhankebutuhan sistem dilakukan dengan melakukan studi literatur terlebih dahulu. Studi literatur dilakukan dengan melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, majalah, tabloid, chatting dan internet.
Teknologi informasi telah dan sedang dikembangkan cara– cara untuk menangkal berbagai bentuk serangan terhadap sistem operasi Windows atau file dari serangan virus
komputer. Salah satu cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan program antivirus (komputer) sehingga sistem operasi atau file aman dari ancaman virus komputer. Keamanan sistem operasi atau data dari acaman virus
komputer dengan menggunakan antivirus (komputer) akan membuat sistem operasi atau data akan lebih aman dari acaman virus komputer, akan tetapi semua itu harus dibayar dengan kebutuhan spesifikasi kasih komputer yang cukup besar. Fokus dari perancangan aplikasi tidak hanya membahas tentang keamanan sistem semata tetapi juga menyertakan
aspek kenyamanan pengguna yang dimulai dari interface pengguna, kemudahan konfigurasi dari aplikasi, sampai kehandalan aplikasi didalam memproteksi sistem operasi maupun data komputer, yang nantinya diharapkan dapat memberikan salah satu solusi mengenai kebijakan keamanan.

III. PERANCANGAN SISTEM
A. Flowchart Cara Kerja Antivirus Songket
Berikut ini ditampilkan flowchart dari cara kerja Antivirus Songket.


B. Antarmuka Pengguna
Pada sub-bab ini akan ditampilkan hasil pengembangan software antivirus yang terdiri dari beberapa antarmuka.

IV. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

A. Perilaku Virus H1N1 pada Sistem Operasi Windows
Berikut ini adalah pola tingkah laku dari Virus H1N1.



V. KESIMPULAN
1.Dengan Memahami pola tingkah laku suatu virus kita bisa membuat antivirus untuk membasmi virus tersebut.
2.Membuat sistem komputer menjadi lebih aman dari gangguan virus H1N1.




REFERENSI
[1] Kadir, Abdul dan Terra Ch. Triwahyuni, Pengenalan Teknologi
Informasi, Yogyakarta, 2008.
[2] Fathansyah. Sistem Basis Data, Bandung, 2002
[3] Jogiyanto, Analisis dan Disain Sistem Informasi, Jakarta, 1999.
[4] Pressman, R. S., Rekayasa Perangkat Lunak, Jakarta, 1997.
[5] http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=803 (diakses
tanggal 01 april 2009)
[6] http://id.wikipedia.org/ (diakses 04 April 2009)
[7] http://green-sands.tripod.com/Computermns01.htm (diakses tanggal 05
April 2009)

[8] http://himakomedia.wordpress.com/2007/07/05/sejarah-dan-masadepan-
virus-komputer/ (diakses tanggal 05 April 2009)
[9] http://www.cert.or.id (diakses tanggal 05 April 2009) 


Disusun Oleh :
  • Amos (10110618)
  • Aprilia Virdha rianty (10110963)
  • Beni patilacory A.S (11110385)
  • Sardo mikael (16110378)
  • Yunianingsih laila (18110775)
Kelas : 4KA06




Jumat, 08 November 2013

Tugas Jurnal

UNIVERSITAS GUNADARMA


 
TUGAS SOFTSKILL
“Pembuatan Jurnal”
PENGANTAR TELEMATIKA

4KA06
Nama & Npm :
Amos 10110618
Aprilia Virdha rianty 10110963
Beni patilacory A.S 11110385
Sardo mikael 16110378
Yunianingsih laila 18110775


                                        “KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER WEBSITE”

ABSTRAK
Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di
setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus
informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini
adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer
yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena
adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat. Tetapi dalam
beberapa hal terhubung dengan internet bisa menjadi suatu ancaman yang
berbahaya, banyak serangan yang dapat terjadi baik dari dalam maupun luar
seperti virus, trojan, maupun hacker. Pada akhirnya security komputer dan
jaringan komputer akan memegang peranan yang penting dalam kasus ini.

A. LATAR BELAKANG MASALAH
World Wide Web (WWW atau Web) merupakan salah satu “killer
applications” yang menyebabkan populernya Internet. Kehebatan Web adalah
kemudahannya untuk mengakses informasi, yang dihubungkan satu dengan
lainnya melalui konsephypertext.
Informasi dapat tersebar di mana-mana di dunia dan terhubung
melaluihyperlink. Informasi lebih lengkap tentang WWW dapat diperoleh di web
W3C .
Pembaca atau peraga sistem WWW yang lebih dikenal dengan
istilahbrowser dapat diperoleh dengan mudah, murah atau gratis. Contoh
browser adalah Netscape, Internet Explorer, Opera, kfm (KDE file manager di
sistem Linux), dan masih banyak lainnya.
Kemudahan penggunaan program browser inilah yang memicu
populernya WWW. Sejarah dari browser ini dimulai dari browser di sistem
komputer NeXT yang kebetulan digunakan oleh Berners-Lee. Selain browser
NeXT itu, pada saat itu baru ada browser yang berbentuk text (text-oriented)
seperti “line mode” browser. Berkembangnya WWW dan Internet menyebabkan
pergerakan sistem informasi untuk menggunakannya sebagai basis. Banyak
sistem yang tidak terhubung ke Internet tetapi tetap menggunakan basis Web
sebagai basis untuk sistem informasinya yang dipasang di jaringan Intranet.
Untuk itu, keamanan sistem informasi yang berbasis Web dan teknologi Internet
bergantung kepada keamanan sistem Web tersebut. Arsitektur sistem Web
terdiri dari dua sisi: server dan client. Keduanya dihubungkan dengan jaringan
komputer (computer network). Selain menyajikan data-data dalam bentuk statis,
sistem Web dapat menyajikan data dalam bentuk dinamis dengan menjalankan
program. Program ini dapat dijalankan di server (misal dengan CGI, servlet)
dan di client (applet, Javascript).

B. RUMUSAN MASALAH
Munculnya masalah keamanan ini didasarkan atas beberapa asumsi
yang datang dari berbagai kalangan baik dari kalangan / pihak User, dari pihak
Web Master atau dari Sistem Web itu sendiri, sehingga beberapa asumsi dapat
disimpulkan sebagai berikut :
a. Asumsi dari sisi pengguna
Server dimiliki dan dikendalikan oleh organisasi yang mengaku memiliki
server tersebut. Dokumen yang ditampilkan bebas dari virus, trojan horse, atau itikad jahat
lainnya. Bisa saja seorang yang nakal memasang virus di web nya. Akan tetapi
ini merupakan anomali. Server tidak mendistribusikan informasi mengenai
pengunjung (user yang melakukan browsing) kepada pihak lain. Hal ini
disebabkan ketika kita mengunjungi sebuah web site, data-data tentang kita
(nomor IP, operating system, browser yang digunakan, dll.) dapat dicatat.
Pelanggaran terhadap asumsi ini sebetulnya melanggar privacy. Jika hal ini
dilakukan maka pengunjung tidak akan kembali ke situs ini.
b. Asumsi dari penyedia layanan (web master)
Pengguna tidak beritikad untuk merusak server atau mengubah isinya
(tanpa ijin). Pengguna hanya mengakses dokumen-dokumen atau informasi yang diijinkan
diakses. Seorang pengguna tidak mencoba-coba masuk ke direktori yang
tidak diperkenankan (istilah yang umum digunakan adalah “directory traversal”).
Identitas pengguna benar. Banyak situs web yang membatasi akses
kepada user-user tertentu. Dalam hal ini, jika seorang pengguna “login” ke web,
maka dia adalah pengguna yang benar.
c. Asumsi dari kedua belah pihak
Jaringan komputer (network) dan komputer bebas dari penyadapan
pihak ketiga. Informasi yang disampaikan dari server ke pengguna (dan
sebaliknya) terjamin keutuhannya dan tidak dimodifikasi oleh pihak ketiga yang
tidak berhak.
Asumsi-asumsi di atas bisa dilanggar sehingga mengakibatkan adanya
masalah keamanan.

C. TUJUAN
Tujuan dari Jurnal ini adalah :
1. Mengetahui metode keamanan seperti apa yang tepat untuk layanan WWW ini.
2. Membuktikan melalui metode keamanan yang didapat terhadap jawaban dari apa yang diasumsikan diatas.

D. LANDASAN TEORI
Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan suatu network dengan network lainya di seluruh dunia. TCP/IP menjadi protocol penghubung
antarajaringan-jaringan yang beragam di seluruh dunia untuk dapat berkomunikasi.
World Wide Web (WWW) merupakan bagian dari internet yang paling cepat
 berkembang dan paling populerWWW bekerja merdasarkan pada tiga mekanisme berikut:
• Protocol standard aturan yang di gunakan untuk berkomunikasi pada
computer networking, Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah protocol
untuk WWW.
• Address WWW memiliki aturan penamaan alamat web yaitu:
URL(Uniform
Resource Locator) yang di gunakan sebagai standard alamat internet.
• HTML digunakan untuk membuat document yang bisa di akses melalui web.
HTML merupakan standard bahasa yang digunakan untuk menampilkan
documentweb.
• Mengontrol tampilan dari web page dan contentnya.
• Mempublikasikan document secara online sehingga bisa di akses.
• Membuat online form yang bisa di gunakan untuk menangani pendaftaran,
transaksi secara online.

Menambahkan object-object seperti image, audio, video dan juga java
appletdalam document HTMLBrowser merupakan software yang di install di
mesin client yang berfungsi untukmenterjemahkan tag-tag HTML menjadi
halaman web. Browser yang sering digunakan biasanya Internet Explorer,
Netscape Navigator, Opera, Mozilla dan masih banyak yang lainya.

E. IMPLEMENTASI

- KEAMANAAN SERVER
Server WWW menyediakan fasilitas agar client dari tempat lain dapat
mengambil informasi dalam bentuk berkas (file), atau mengeksekusi perintah
(menjalankan program) di server. Fasilitas pengambilan berkas dilakukan
dengan perintah “GET”, sementara mekanisme untuk mengeksekusi perintah di
server dapat dilakukan dengan “CGI” (Common Gateway Interface), Server
Side Include (SSI), Active Server Page (ASP), PHP, atau dengan
menggunakan servlet (seperti pernggunaan Java Servlet). Kedua jenis servis di
atas (mengambil berkas biasa maupun menjalankan program di server)
memiliki potensi lubang keamanan yang berbeda.

Adanya lubang keamanan di sistem WWW dapat dieksploitasi dalam bentuk
yang beragam, antara lain:
• Informasi yang ditampilkan di server diubah sehingga dapat
mempermalukan perusahaan atau organisasi anda (dikenal dengan
istilah deface1);
• Informasi yang semestinya dikonsumsi untuk kalangan terbatas (misalnya
laporan keuangan, strategi perusahaan anda, atau database client anda)
ternyata berhasil disadap oleh saingan anda (ini mungkin disebabkan salah
setup server, salah setup router / firewall, atau salah setup authentication);
• Informasi dapat disadap (seperti misalnya pengiriman nomor kartu kredit
untuk membeli melalui WWW, atau orang yang memonitor kemana saja
anda melakukan web surfing);
• Server diserang (misalnya dengan memberikan request secara bertubi-tubi)
sehingga tidak bisa memberikan layanan ketika dibutuhkan (denial of
service attack);
• Untuk server web yang berada di belakang firewall, lubang keamanan di
server web yang dieksploitasi dapat melemahkan atau bahkan
menghilangkan fungsi dari firewall (dengan mekanisme tunneling).

Strategi implementasi :

a. Membatasi akses melalui Kontrol Akses
Sebagai penyedia informasi (dalam bentuk berkas-berkas), sering
diinginkan pembatasan akses. Misalnya, diinginkan agar hanya orang-orang
tertentu yang dapat mengakses berkas (informasi) tertentu. Pada prinsipnya ini
adalah masalah kontrol akses. Pembatasan akses dapat dilakukan dengan:
• Membatasi domain atau nomor IP yang dapat mengakses;
• Menggunakan pasangan userid & password;
• Mengenkripsi data sehingga hanya dapat dibuka (dekripsi) oleh orang yang
memiliki kunci pembuka.

b. Proteksi halaman dengan menggunakan password
Salah satu mekanisme mengatur akses adalah dengan menggunakan
pasangan userid (user identification) dan password. Untuk server Web yang
berbasis Apache1, akses ke sebuah halaman (atau sekumpulan berkas yang
terletak di sebuah directory di sistem Unix) dapat diatur dengan menggunakan
berkas “.htaccess”.

c. Secure Socket Layer
Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan server WWW adalah
dengan menggunakan enkripsi pada komunikasi pada tingkat socket. Dengan
menggunakan enkripsi, orang tidak bisa menyadap data-data (transaksi) yang
dikirimkan dari/ke server WWW. Salah satu mekanisme yang cukup populer
adalah dengan menggunakan Secure Socket Layer(SSL) yang mulanya
dikembangkan oleh Netscape.

d. Mengetahui Jenis Server
Informasi tentang web server yang digunakan dapat dimanfaatkan oleh
perusak untuk melancarkan serangan sesuai dengan tipe server dan operating
system yang digunakan. Seorang penyerang akan mencari tahu software dan
versinya yang digunakan sebagai web server, kemudian mencari informasi di
Internet tentang kelemahan web server tersebut. Informasi tentang program server yang
digunakan sangat mudah diperoleh. Cara yang paling mudah adalah dengan
menggunakan program “telnet” dengan melakukan telnet ke port 80 dari server
web tersebut, kemudian menekan tombol return dua kali. Web server akan
mengirimkan respon dengan didahuli oleh informasi tentang server yang
digunakan.

e. Keamanan Program CGI
Common Gateway Interface (CGI) digunakan untuk menghubungkan
sistem WWW dengan software lain di server web. Adanya CGI memungkinkan
hubungan interaktifantara user dan server web. CGI seringkali digunakan
sebagai mekanisme untuk mendapatkan informasi dari user melalui “fill out
form”, mengakses database, atau menghasilkan halaman yangdinamis.

- KEAMANAN CLIENT WWW
Dalam bagian terdahulu dibahas masalah yang berhubungan dengan
server WWW. Dalam bagian ini akan dibahas masalah-masalah yang
berhubungan dengan keamanan client WWW, yaitu pemakai (pengunjung)
biasa. Keamanan di sisi client biasanya berhubungan dengan
masalah privacy dan penyisipan virus atau trojan horse.

a. Pelanggaran Privacy
Ketika kita mengunjungi sebuah situs web, browser kita dapat “dititipi”
sebuah “cookie” yang fungsinya adalah untuk menandai kita. Ketika kita
berkunjung ke server itu kembali, maka server dapat mengetahui bahwa kita
kembali dan server dapat memberikan setup sesuai dengan keinginan
(preference) kita. Ini merupakan servis yang baik. Namun data-data yang sama
juga dapat digunakan untuk melakukantracking kemana saja kita pergi. Ada
juga situs web yang mengirimkan script (misal Javascript) yang melakukan
interogasi terhadap server kita (melalui browser) danmengirimkan informasi ini
ke server. Bayangkan jika di dalam komputer kita terdapat data-data yang
bersifat rahasia dan informasi ini dikirimkan ke server milik orang lain.

b. Penyisipan Trojan Horse
Cara penyerangan terhadap client yang lain adalah dengan menyisipkan
virus atau trojan horse. Bayangkan apabila yang anda download adalah virus
atau trojan horse yang dapat menghapus isi harddisk anda. Salah satu contoh
yang sudah terjadi adalah adanya web yang menyisipkan trojan horse Back
Orifice (BO) atau Netbus sehingga komputer anda dapat dikendalikan dari jarak
jauh. Orang dari jarak jauh dapat menyadap apa yang anda ketikkan, melihat isi
direktori, melakukan reboot, bahkan memformat harddisk.

F. KESIMPULAN

Dari paparan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Ø Sistem keamanan WWW dibagi kedalam dua aspek, yaitu aspek dari
Server dan aspek dari Client.
Ø Untuk sisi server ada mekanisme tertentu untuk mengambil file / berkas
yang ada dalam server
Ø Beberapa strategi untuk memberikan keamanan server diantaranya
adalah batasan kontrol aksesn, proteksi halaman dengan password, SSL
(Security SocketLayer)
Ø Sedangkan yang harus diperhatikan dalam strategi pengamanan untuk
client diantaranya adalah masalah privacy dan trojan house.

G. DAFTAR PUSTAKA

1. Richard H. Baker, “Network Security: how to plan for it and achieve it,”
McGraw-Hill International, 1995.
2. Steven M. Bellovin, “Security Problems in TCP/IP Protocol Suite,” Computer
Communication Review, Vol. 19, No. 2, pp. 32-48, 1989.
3. Tim Berners-Lee, “Weaving the Web: the past, present and future of the
world wide web by its inventor,” Texere, 2000.
4. www.ilmukomputer.com
5. http://ekailaika.blogspot.com/2011/07/contoh-jurnal-jarkom-keamananpada.
html