Jumat, 08 November 2013

Tugas Jurnal

UNIVERSITAS GUNADARMA


 
TUGAS SOFTSKILL
“Pembuatan Jurnal”
PENGANTAR TELEMATIKA

4KA06
Nama & Npm :
Amos 10110618
Aprilia Virdha rianty 10110963
Beni patilacory A.S 11110385
Sardo mikael 16110378
Yunianingsih laila 18110775


                                        “KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER WEBSITE”

ABSTRAK
Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di
setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus
informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini
adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer
yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena
adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat. Tetapi dalam
beberapa hal terhubung dengan internet bisa menjadi suatu ancaman yang
berbahaya, banyak serangan yang dapat terjadi baik dari dalam maupun luar
seperti virus, trojan, maupun hacker. Pada akhirnya security komputer dan
jaringan komputer akan memegang peranan yang penting dalam kasus ini.

A. LATAR BELAKANG MASALAH
World Wide Web (WWW atau Web) merupakan salah satu “killer
applications” yang menyebabkan populernya Internet. Kehebatan Web adalah
kemudahannya untuk mengakses informasi, yang dihubungkan satu dengan
lainnya melalui konsephypertext.
Informasi dapat tersebar di mana-mana di dunia dan terhubung
melaluihyperlink. Informasi lebih lengkap tentang WWW dapat diperoleh di web
W3C .
Pembaca atau peraga sistem WWW yang lebih dikenal dengan
istilahbrowser dapat diperoleh dengan mudah, murah atau gratis. Contoh
browser adalah Netscape, Internet Explorer, Opera, kfm (KDE file manager di
sistem Linux), dan masih banyak lainnya.
Kemudahan penggunaan program browser inilah yang memicu
populernya WWW. Sejarah dari browser ini dimulai dari browser di sistem
komputer NeXT yang kebetulan digunakan oleh Berners-Lee. Selain browser
NeXT itu, pada saat itu baru ada browser yang berbentuk text (text-oriented)
seperti “line mode” browser. Berkembangnya WWW dan Internet menyebabkan
pergerakan sistem informasi untuk menggunakannya sebagai basis. Banyak
sistem yang tidak terhubung ke Internet tetapi tetap menggunakan basis Web
sebagai basis untuk sistem informasinya yang dipasang di jaringan Intranet.
Untuk itu, keamanan sistem informasi yang berbasis Web dan teknologi Internet
bergantung kepada keamanan sistem Web tersebut. Arsitektur sistem Web
terdiri dari dua sisi: server dan client. Keduanya dihubungkan dengan jaringan
komputer (computer network). Selain menyajikan data-data dalam bentuk statis,
sistem Web dapat menyajikan data dalam bentuk dinamis dengan menjalankan
program. Program ini dapat dijalankan di server (misal dengan CGI, servlet)
dan di client (applet, Javascript).

B. RUMUSAN MASALAH
Munculnya masalah keamanan ini didasarkan atas beberapa asumsi
yang datang dari berbagai kalangan baik dari kalangan / pihak User, dari pihak
Web Master atau dari Sistem Web itu sendiri, sehingga beberapa asumsi dapat
disimpulkan sebagai berikut :
a. Asumsi dari sisi pengguna
Server dimiliki dan dikendalikan oleh organisasi yang mengaku memiliki
server tersebut. Dokumen yang ditampilkan bebas dari virus, trojan horse, atau itikad jahat
lainnya. Bisa saja seorang yang nakal memasang virus di web nya. Akan tetapi
ini merupakan anomali. Server tidak mendistribusikan informasi mengenai
pengunjung (user yang melakukan browsing) kepada pihak lain. Hal ini
disebabkan ketika kita mengunjungi sebuah web site, data-data tentang kita
(nomor IP, operating system, browser yang digunakan, dll.) dapat dicatat.
Pelanggaran terhadap asumsi ini sebetulnya melanggar privacy. Jika hal ini
dilakukan maka pengunjung tidak akan kembali ke situs ini.
b. Asumsi dari penyedia layanan (web master)
Pengguna tidak beritikad untuk merusak server atau mengubah isinya
(tanpa ijin). Pengguna hanya mengakses dokumen-dokumen atau informasi yang diijinkan
diakses. Seorang pengguna tidak mencoba-coba masuk ke direktori yang
tidak diperkenankan (istilah yang umum digunakan adalah “directory traversal”).
Identitas pengguna benar. Banyak situs web yang membatasi akses
kepada user-user tertentu. Dalam hal ini, jika seorang pengguna “login” ke web,
maka dia adalah pengguna yang benar.
c. Asumsi dari kedua belah pihak
Jaringan komputer (network) dan komputer bebas dari penyadapan
pihak ketiga. Informasi yang disampaikan dari server ke pengguna (dan
sebaliknya) terjamin keutuhannya dan tidak dimodifikasi oleh pihak ketiga yang
tidak berhak.
Asumsi-asumsi di atas bisa dilanggar sehingga mengakibatkan adanya
masalah keamanan.

C. TUJUAN
Tujuan dari Jurnal ini adalah :
1. Mengetahui metode keamanan seperti apa yang tepat untuk layanan WWW ini.
2. Membuktikan melalui metode keamanan yang didapat terhadap jawaban dari apa yang diasumsikan diatas.

D. LANDASAN TEORI
Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan suatu network dengan network lainya di seluruh dunia. TCP/IP menjadi protocol penghubung
antarajaringan-jaringan yang beragam di seluruh dunia untuk dapat berkomunikasi.
World Wide Web (WWW) merupakan bagian dari internet yang paling cepat
 berkembang dan paling populerWWW bekerja merdasarkan pada tiga mekanisme berikut:
• Protocol standard aturan yang di gunakan untuk berkomunikasi pada
computer networking, Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah protocol
untuk WWW.
• Address WWW memiliki aturan penamaan alamat web yaitu:
URL(Uniform
Resource Locator) yang di gunakan sebagai standard alamat internet.
• HTML digunakan untuk membuat document yang bisa di akses melalui web.
HTML merupakan standard bahasa yang digunakan untuk menampilkan
documentweb.
• Mengontrol tampilan dari web page dan contentnya.
• Mempublikasikan document secara online sehingga bisa di akses.
• Membuat online form yang bisa di gunakan untuk menangani pendaftaran,
transaksi secara online.

Menambahkan object-object seperti image, audio, video dan juga java
appletdalam document HTMLBrowser merupakan software yang di install di
mesin client yang berfungsi untukmenterjemahkan tag-tag HTML menjadi
halaman web. Browser yang sering digunakan biasanya Internet Explorer,
Netscape Navigator, Opera, Mozilla dan masih banyak yang lainya.

E. IMPLEMENTASI

- KEAMANAAN SERVER
Server WWW menyediakan fasilitas agar client dari tempat lain dapat
mengambil informasi dalam bentuk berkas (file), atau mengeksekusi perintah
(menjalankan program) di server. Fasilitas pengambilan berkas dilakukan
dengan perintah “GET”, sementara mekanisme untuk mengeksekusi perintah di
server dapat dilakukan dengan “CGI” (Common Gateway Interface), Server
Side Include (SSI), Active Server Page (ASP), PHP, atau dengan
menggunakan servlet (seperti pernggunaan Java Servlet). Kedua jenis servis di
atas (mengambil berkas biasa maupun menjalankan program di server)
memiliki potensi lubang keamanan yang berbeda.

Adanya lubang keamanan di sistem WWW dapat dieksploitasi dalam bentuk
yang beragam, antara lain:
• Informasi yang ditampilkan di server diubah sehingga dapat
mempermalukan perusahaan atau organisasi anda (dikenal dengan
istilah deface1);
• Informasi yang semestinya dikonsumsi untuk kalangan terbatas (misalnya
laporan keuangan, strategi perusahaan anda, atau database client anda)
ternyata berhasil disadap oleh saingan anda (ini mungkin disebabkan salah
setup server, salah setup router / firewall, atau salah setup authentication);
• Informasi dapat disadap (seperti misalnya pengiriman nomor kartu kredit
untuk membeli melalui WWW, atau orang yang memonitor kemana saja
anda melakukan web surfing);
• Server diserang (misalnya dengan memberikan request secara bertubi-tubi)
sehingga tidak bisa memberikan layanan ketika dibutuhkan (denial of
service attack);
• Untuk server web yang berada di belakang firewall, lubang keamanan di
server web yang dieksploitasi dapat melemahkan atau bahkan
menghilangkan fungsi dari firewall (dengan mekanisme tunneling).

Strategi implementasi :

a. Membatasi akses melalui Kontrol Akses
Sebagai penyedia informasi (dalam bentuk berkas-berkas), sering
diinginkan pembatasan akses. Misalnya, diinginkan agar hanya orang-orang
tertentu yang dapat mengakses berkas (informasi) tertentu. Pada prinsipnya ini
adalah masalah kontrol akses. Pembatasan akses dapat dilakukan dengan:
• Membatasi domain atau nomor IP yang dapat mengakses;
• Menggunakan pasangan userid & password;
• Mengenkripsi data sehingga hanya dapat dibuka (dekripsi) oleh orang yang
memiliki kunci pembuka.

b. Proteksi halaman dengan menggunakan password
Salah satu mekanisme mengatur akses adalah dengan menggunakan
pasangan userid (user identification) dan password. Untuk server Web yang
berbasis Apache1, akses ke sebuah halaman (atau sekumpulan berkas yang
terletak di sebuah directory di sistem Unix) dapat diatur dengan menggunakan
berkas “.htaccess”.

c. Secure Socket Layer
Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan server WWW adalah
dengan menggunakan enkripsi pada komunikasi pada tingkat socket. Dengan
menggunakan enkripsi, orang tidak bisa menyadap data-data (transaksi) yang
dikirimkan dari/ke server WWW. Salah satu mekanisme yang cukup populer
adalah dengan menggunakan Secure Socket Layer(SSL) yang mulanya
dikembangkan oleh Netscape.

d. Mengetahui Jenis Server
Informasi tentang web server yang digunakan dapat dimanfaatkan oleh
perusak untuk melancarkan serangan sesuai dengan tipe server dan operating
system yang digunakan. Seorang penyerang akan mencari tahu software dan
versinya yang digunakan sebagai web server, kemudian mencari informasi di
Internet tentang kelemahan web server tersebut. Informasi tentang program server yang
digunakan sangat mudah diperoleh. Cara yang paling mudah adalah dengan
menggunakan program “telnet” dengan melakukan telnet ke port 80 dari server
web tersebut, kemudian menekan tombol return dua kali. Web server akan
mengirimkan respon dengan didahuli oleh informasi tentang server yang
digunakan.

e. Keamanan Program CGI
Common Gateway Interface (CGI) digunakan untuk menghubungkan
sistem WWW dengan software lain di server web. Adanya CGI memungkinkan
hubungan interaktifantara user dan server web. CGI seringkali digunakan
sebagai mekanisme untuk mendapatkan informasi dari user melalui “fill out
form”, mengakses database, atau menghasilkan halaman yangdinamis.

- KEAMANAN CLIENT WWW
Dalam bagian terdahulu dibahas masalah yang berhubungan dengan
server WWW. Dalam bagian ini akan dibahas masalah-masalah yang
berhubungan dengan keamanan client WWW, yaitu pemakai (pengunjung)
biasa. Keamanan di sisi client biasanya berhubungan dengan
masalah privacy dan penyisipan virus atau trojan horse.

a. Pelanggaran Privacy
Ketika kita mengunjungi sebuah situs web, browser kita dapat “dititipi”
sebuah “cookie” yang fungsinya adalah untuk menandai kita. Ketika kita
berkunjung ke server itu kembali, maka server dapat mengetahui bahwa kita
kembali dan server dapat memberikan setup sesuai dengan keinginan
(preference) kita. Ini merupakan servis yang baik. Namun data-data yang sama
juga dapat digunakan untuk melakukantracking kemana saja kita pergi. Ada
juga situs web yang mengirimkan script (misal Javascript) yang melakukan
interogasi terhadap server kita (melalui browser) danmengirimkan informasi ini
ke server. Bayangkan jika di dalam komputer kita terdapat data-data yang
bersifat rahasia dan informasi ini dikirimkan ke server milik orang lain.

b. Penyisipan Trojan Horse
Cara penyerangan terhadap client yang lain adalah dengan menyisipkan
virus atau trojan horse. Bayangkan apabila yang anda download adalah virus
atau trojan horse yang dapat menghapus isi harddisk anda. Salah satu contoh
yang sudah terjadi adalah adanya web yang menyisipkan trojan horse Back
Orifice (BO) atau Netbus sehingga komputer anda dapat dikendalikan dari jarak
jauh. Orang dari jarak jauh dapat menyadap apa yang anda ketikkan, melihat isi
direktori, melakukan reboot, bahkan memformat harddisk.

F. KESIMPULAN

Dari paparan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Ø Sistem keamanan WWW dibagi kedalam dua aspek, yaitu aspek dari
Server dan aspek dari Client.
Ø Untuk sisi server ada mekanisme tertentu untuk mengambil file / berkas
yang ada dalam server
Ø Beberapa strategi untuk memberikan keamanan server diantaranya
adalah batasan kontrol aksesn, proteksi halaman dengan password, SSL
(Security SocketLayer)
Ø Sedangkan yang harus diperhatikan dalam strategi pengamanan untuk
client diantaranya adalah masalah privacy dan trojan house.

G. DAFTAR PUSTAKA

1. Richard H. Baker, “Network Security: how to plan for it and achieve it,”
McGraw-Hill International, 1995.
2. Steven M. Bellovin, “Security Problems in TCP/IP Protocol Suite,” Computer
Communication Review, Vol. 19, No. 2, pp. 32-48, 1989.
3. Tim Berners-Lee, “Weaving the Web: the past, present and future of the
world wide web by its inventor,” Texere, 2000.
4. www.ilmukomputer.com
5. http://ekailaika.blogspot.com/2011/07/contoh-jurnal-jarkom-keamananpada.
html

Minggu, 23 Juni 2013

Fungsi dan Kedudukan Bahasa



Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum dan secara khusus.
Dalam literatur bahasa, dirumuskannya fungsi bahasa secara umum bagi setiap orang adalah :

1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
* Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
* Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.

2. Sebagai alat komunikasi.
Bahasa merupakan saluran maksud seseorang, yang melahirkan perasaan dan memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.

3. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.

4. Sebagai alat kontrol Sosial.
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.

Fungsi bahasa secara khusus :
1. Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari- hari.
Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.

2. Mewujudkan Seni (Sastra).
Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa dll. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.

3. Mempelajari bahasa- bahasa kuno.
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.

4. Mengeksploitasi IPTEK.
Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia, serta akal dan pikiran yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang tercantum didalam :
 1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, “ Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
2. Undang- Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan lambing Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.

Maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai :
1. Bahasa Nasional
Kedudukannya berada diatas bahasa- bahasa daerah. Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :

· Lambang kebanggaan Nasional.
Sebagai lambang kebanggaan Nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga, menjunjung dan mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.

· Lambang Identitas Nasional.
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia. Berarti bahasa Indonesia akan dapat mengetahui identitas seseorang, yaitu sifat, tingkah laku, dan watak sebagai bangsa Indonesia. Kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.

· Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya.

Dengan fungsi ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, karena mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Karena dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.

· Alat penghubung antarbudaya antardaerah.
Manfaat bahasa Indonesia dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Indonesia seseorang dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan mudah diinformasikan kepada warga. Apabila arus informasi antarmanusia meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan seseorang. Apabila pengetahuan seseorang meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.

2. Bahasa Negara (Bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Dalam Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi sebagai :
· Bahasa resmi kenegaraan.
Bukti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan adalah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu bahasa Indonesia digunakan dalam segala upacara, peristiwa serta kegiatan kenegaraan.

· Bahasa pengantar resmi dilembaga-lembaga pendidikan.
Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar, materi pelajaran ynag berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing. Apabila hal ini dilakukan, sangat membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).

· Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.

· Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

Kebudayaan nasional yang beragam yang berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula. Dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern agar jangkauan pemakaiannya lebih luas, penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain, hendaknya menggunakan bahasa Indonesia. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan, khususnya di perguruan tinggi.

Operasi Proposisi Konjungsi, Disjungsi



     Konjungsi
Adalah dua pernyataan yang dirangkai dengan kata hubung logika “dan, tetapi, meskipun, walaupun”.
Lambangnya ""
Jika p pernyataan bernlai benar dan q pernyataan bernilai benar, maka pq bernilai benar, selain itu pqbernilai salah.

Tabel Kebenaran Konjungsi

p
q
pq
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
S
Contoh:
            p: Jakarta ibu kota Indonesia.(B)
            q: harimau menyusui anaknya. (B)
            pq jakarta ibu kota Indonesia dan harimau menyusui anaknya. (B)

2.       Disjungsi
Adalah dua pernyataan yang dirangkai dengan kata hubung logika “atau”.
Lambang “V”
Sifat: p atau q bernilai salah jika p salah dan q salah, selain itu benar.
Tabel Kebenaran Disjungsi
p
q
pVq
B
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S

Contoh:
Jika      p: Jakarta ibu kota Malaysia (S)
                        q: 2-4=7 (S)
maka pVq= Jakarta ibu kota Malaysia atau 2-4=7 (S)

3.       Implikasi
Adalah suatu pernyataan majemuk p dan q yang digabung dengan memakai kata hubung logika “jika…maka…”.
Implikasi suatu pernyataan dilambangkan dengan p→q. Dibaca :
1.       Jika p maka q
2.       p berimplikasi q
3.       q hanya jika p
4.       p syarat cukup untuk q
5.       q syarat perlu untuk p

Pada  implikasi, p disebut anteseden (hipotesis), q disebut konklusi (kesimpulan).
Nilai kebenaran: untuk p→q bernilai salah hanya berlaku untuk p pernyataan bernilai benar dan q pernyataan bernilai salah.
p
q
p→q¬pVq
B
B
B
B
S
S
S
B
B
S
S
B

Implikasi Logis
“jika Andi rajin belajar maka Andi naik kelas”
Jika pada kenyataannya Andi rajin belajar maka sebagai konskuensi logis dari pernyataan di atas pasti Andi naik kelas.
Misal   p: Andi rajin belajar
                        q: Andi naik kelas
                        maka ((p→q)p)q, nilainya akan selalu benar.
p
q
p→q
((p→q)p)
((p→q)p)q
B
B
B
B
B
B
S
S
S
B
S
B
B
S
B
S
S
B
S
B

4.       Biimplikasi
Jika dua pernyataan p dan q yang digabungkan dan membentuk kalimat majemuk dengan kata hubung “…jika dan hanya jika…” maka kalimat tersebut membentuk suatu biimplikasi.
Lambang “↔”
Contoh: Ayah akan mendapat gaji jika dan hanya jika ayah bekerja.
Pembentukan biimplikasi logis
Jika ada pernyataan p dan q serta p↔q maka:
“p jika dan hanya jika q” atau
“jika p maka q dan jika q maka p” atau
p↔q≡(p→q)(qp)

Tabel Kebenaran
p
q
p↔q
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
B


Negasi Konjungsi
Contoh:
p=saya suka apel
q= saya tidak suka wortel
pɅq= saya suka apel dan tidak suka wortel.
¬( pɅq)= tidak benar bahwa saya suka apel dan tak suka wortel.
¬pV¬q=saya tidak suka apel atau suka wortel.
¬( pɅq) ¬pV¬q
p
q
pɅq
¬( pɅq)
¬pV¬q
B
B
B
S
S
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S
B
B


Negasi Disjungsi
Contoh:
p= Andi pergi ke supermarket
q = Andi menonton bioskop
pVq=Andi pergi ke supermarket atau menonton bioskop.
Ingkarannya:
1.       tidak benar bahwa Andi pergi ke supermarket atau menonton bioskop. ¬(pVq)
2.       Andi tidak pergi ke supermarket dan tidak menontn bioskop. ¬pɅ¬q
¬(pVq) ¬pɅ¬q
p
q
pVq
¬( pVq)
¬pɅ¬q
B
B
B
S
S
B
S
B
S
S
S
B
B
S
S
S
S
S
B
B

Negasi Implikasi
Ingkaran dari padalah ¬( p
Contoh:
p= ibu pergi ke pasar
q=aku mendapat oleh-oleh
pjika ibu pergi ke pasar maka aku mendapat oleh-oleh.
¬( p tidak benar bahwa jika ibu pergi ke pasar maka aku mendapat oleh-oleh.
pɅ¬q= ibu pergi ke pasar dan aku tidak mendapat oleh-oleh.
p
q
p
¬( p
pɅ¬q
B
B
B
S
S
B
S
S
B
B
S
B
B
S
S
S
S
B
S
S

Negasi Biimplikasi
Ingkaran dari biimplikasi: p↔q( pɅ¬q) V (qɅ¬p)
Contoh:
p=Jakarta ibu kota Indonesia
q = 1+1=5
 p↔q=Jakrta ibu kota Indonesia jika dan hanya jika 1+1=5
¬(p↔q)=tidak benar bahwa Jakrta ibu kota Indonesia jika dan hanya jika 1+1=5
( pɅ¬q) V (qɅ¬p)=Jakarta ibu kota Indonesia dan 1+15 atau 1+1=5 dan Jakarta bukan ibu kota Indonesia.
p
q
p
¬( p
( pɅ¬q) V (qɅ¬p)
B
B
B
S
S
B
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
B
S
S